Selayang Pandang Ahmadiyah - bag 1
- Length: 8:34
- Rating Average: 3.44 from 18 people
- View Count: 18383' favoriteCount='14
- Author: abumuqarrab
Tags: ahmadi ahmadiyah ahmadiyya alquran dakwah eropa indonesia islam jamaah MTA muslim www.ahmadiyya.or.id www.alislam.org
-Dari VCD volume 2, Judul : Selayang Pandang Ahmadiyah -Produksi : Jemaat Ahmadiyah Indonesia "Sungguhpun usianya telah lewat dari satu abad, dan missinya telah tersebar di 187 negara di dunia, namun kehadiran Jemaat Ahmadiyah terutama di Indonesia masih dipandang dengan pandangan penuh syakwasangka dan bahkan dengan pandangan penuh permusuhan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya informasi yang salah bahkan penuh dengan fitnah tentang Ahmadiyah yang sengaja disebarkan di masyarakat oleh fihak-fihak yang ingin mengganggu kerukunan hidup beragama dengan menggunakan dalih masalah agama dan aqidah" - VCD ini menyajikan informasi tentang Ahmadiyah dengan tujuan untuk meluruskan berbagai kekeliruan yang selama ini beredar di masyarakat. - http://www.ahmadiyya.or.id http://www.khuddam.web.id
Ahmadiyah Dalam Perjuangan Kemerdekaan RI
- Length: 4:20
- Rating Average: 4.88 from 8 people
- View Count: 7704' favoriteCount='4
- Author: danialanwar
Jamaat Ahmadiyah Di Indonesia Produksi : Media Centre Jamaat Ahmadiyah Indonesia 2008 http://www.ahmadiyya.or.id
Sesatkah Ahmadiyah pt 1
- Length: 7:41
- Rating Average: 5.00 from 1 people
- View Count: 3042' favoriteCount='2
- Author: puterapanas
Tags: add Click keywords... to
Ahmadiyah ditentang. Genderang perang melawan organisasi yang didirikan Mirza Ghulam Ahmad di Qadian, India lebih dari 108 tahun lalu ini seperti tiada henti. Di Jakarta, ribuan orang yang menamakan diri Persatuan Umat Islam (PUI) berunjuk rasa. Mereka bahkan mengancam akan mengambil alih kekuasaan presiden jika Ahmadiyah dibiarkan hidup di negeri ini. Di daerah, organisasi-organisasi massa Islam yang tak sepaham dengan ajaran Ahmadiyah berdemonstrasi menuntut pembubaran Ahmadiyah. Eskalasi massa dan demonstrasi menentang Ahmadiyah ini muncul dalam dua pekan terakhir ini setelah Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakor Pakem) Kejaksaan Agung mengeluarkan rekomendasi yang menyebut organisasi Ahmadiyah telah menyimpang dari ajaran pokok Islam yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia. Rekomendasi itu adalah langkah negara menindaklanjuti fatwa Majelis Ulama Indonesia atas ajaran Ahmadiyah yang dinilai sesat dan menyesatkan umat Islam. Fatwa MUI dan rekomendasi Bakor Pakem ini sangat disesalkan warga Ahmadiyah dan sejumlah aktivis hak asasi manusia karena dianggap memaksakan tafsir tunggal kepada orang yang berbeda keyakinan. Padahal sesuai konstitusi, negara menjamin kebebasan warga negaranya untuk beribadah dan memeluk agama dan kepercayaanya masing-masing. Kenapa Ahamdiyah dicap sesat? Penelusuran Sigi menemukan pangkal masalah bermula pada pendiri Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad yang memproklamirkan diri sebagai Imam Mahdi yang dijanjikan Tuhan turun menyelamatkan umat di akhir zaman. Sebagai Imam Mahdi, Mirza menerima wahyu namun bukan wahyu syariat melainkan hanya kabar gaib dari Tuhan. Argumen-argumen itulah yang kemudian memicu munculnya hujatan secara mendunia. Ahmadiyah ditentang di Liga Islam Sedunia atau Rabithah Al-Alamil Islami. Karena itulah, MUI merasa fatwa tentang Ahmadiyah sudah final. Fatwa yang kemudian minta ditindaklanjuti dengan tindakan hukum oleh negara. Membubarkan Ahmadiyah atau meminta Ahmadiyah keluar dari Islam. Pada banyak kasus, Sigi mencatat fatwa MUI atas Ahmadiyah memang berpotensi memicu munculnya kelompok-kelompok massa bergaris keras yang berusaha main hakim sendiri. Pembakaran masjid di Desa Manis Lor, Kuningan, Jabar, misalnya. Indonesian Confrence on Religion and Peace (ICRP) mencatat Indonesia memang rentan terjadi kekerasan berlatar belakang agama dan keyakinan. Sepanjang tahun lalu saja tercatat setidaknya terjadi 32 kali kekerasan berlatar belakang agama. Namun, sejumlah ulama dan intelektual muslim juga tak sependapat dengan campur tangan negara untuk menilai suatu keyakinan sesat atau tidak sesat. Apalagi tanpa melalui proses hukum. Direktur Eksekutif Wahid Institute, Ahmad Suaedy menilai negara semestinya tidak perlu turut campur terlalu jauh mengurusi keyakinan dan ibadah. Bak buah simalakama. Pemerintah kini benar-benar dalam posisi serba sulit. Membubarkan Ahmadiyah tentu bakal menuai protes dunia internasional sebagai pelanggar HAM dan demokrasi. Membiarkan Ahmadiyah tetap hidup juga sulit karena gelombang protes menuntut pembubaran Ahmadiyah seperti tiada henti. Lantaran itulah, pemerintah dianjurkan memilih jalan damai. Dialog. Jalan yang sebaiknya dirintis untuk menyelesaikan kasus Ahmadiyah.(TOZ/Tim Sigi SCTV)
Kontroversi Ahmadiyah pt 1
- Length: 7:12
- Rating Average: 5.00 from 1 people
- View Count: 1224' favoriteCount='1
- Author: puterapanas
Tags: add Click keywords... to
Kekerasan demi kekerasan sepertinya terus menghimpit pengikut Ahmadiyah di berbagai daerah di Tanah Air. Dan seperti sudah bisa ditebak, ujungnya tentu saja benih konflik yang tertanam dalam dan juga kerusakan aset dan rumah ibadah di banyak tempat. Kekerasan dan pengrusakan adalah buah dari kurangnya dialog untuk menyelesaikan masalah ini.Massa yang anti-Ahmadiyah berdalih aliran ini dinyatakan sesat serta menyesatkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Ahmadiyah harus dibubarkan karena dinilai tak lagi sejalan dengan ajaran Islam yang mereka yakini. Tindakan kekerasan yang menimpa warga Ahmadiyah mengundang keprihatinan banyak kalangan. Bagaimana pun juga beda keyakinan dan mengajak orang kembali ke jalan kebenaran tidak harus dengan jalan pedang. Kekerasan.Data Indonesian Confrence On Religion And Peace (IRCP) menyebut pada 2007 menjadi tahun penuh kekerasan berlatar belakang agama dan keyakinan. Tercatat sepanjang tahun itu setidaknya terjadi 32 kali kekerasan berlatar belakang agama. Fatwa MUI dinilai turut memberikan legitimasi bagi munculnya tindak kekerasan yang acapkali mengatasnamakan jihad itu.Pangkal kontroversi ini rupanya bermula pada pendiri Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad yang memproklamirkan diri sebagai mujadid, Al Masih dan Al Mahdi di Qadian, Punjab, India pada 1889. Konon kaum Ahmadi--sebutan untuk jamaah Ahmadiyah--mempercayai Mirza sebagai rasul yang ditugaskan setelah Muhammad. Inilah mengapa kemudian hujatan muncul secara mendunia.Bak dihadapkan pada buah simalakama. Pemerintah dalam posisi serba sulit. Membubarkan begitu saja Ahmadiyah bakal menuai protes dunia internasional sebagai telah melanggar hak asasi manusia dan demokrasi. Namun membiarkan Ahmadiyah tetap hidup juga tidak mungkin karena gelombang protes tiada henti. Untuk lebih lengkapnya kotroversi Ahmadiyah dapat disaksikan di video Sigi 30 Menit pada 27 Januari 2008.
Penganiayaan Terhadap Jamaat Ahmadiyah di Indonesia #2
- Length: 4:51
- Rating Average: 4.00 from 5 people
- View Count: 6362' favoriteCount='2
- Author: danialanwar
Tags: ahmadiyah ahmadiyya indonesia
Penyerangan terhadap pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Parung-Bogor tahun 2005. Produksi Jemaat Ahmadiyah Indonesia. http://www.ahmadiyya.or.id
Penganiayaan Terhadap Jamaat Ahmadiyah di Indonesia #4
- Length: 7:5
- Rating Average: 4.00 from 7 people
- View Count: 3847' favoriteCount='3
- Author: danialanwar
Tags: ahmadiyah ahmadiyya indonesia
Penyerangan terhadap pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Parung-Bogor tahun 2005. Produksi Jemaat Ahmadiyah Indonesia. http://www.ahmadiyya.or.id
Debat Kontroversi SKB Ahmadiyah @ TV One-1
- Length: 9:37
- Rating Average: 4.56 from 9 people
- View Count: 15225' favoriteCount='6
- Author: TheIslamicMedia
Tags: adnin ahmadiyah armas debat fpi islam JIL kontras mahendratta muslim TVOne
Mahendradatta (Tim Pembela Muslim)& Adnin Armas, MA (Majlis Tarjih Muhammadiyah) V.S Usman Hamid (Koordinator KONTRAS) & Abdul Moqsith Ghazali (Koordinator Jaringan Islam Liberal) Recorded from TV One, Jakarta June 11th 2008 Full version debat ini juga bisa di download di : Rapidshare.com (83 MB) Muhammad Mahendradatta, lahir di Jakarta 11 Januari 1962 yang kemudian menamatkan Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1988. Kemudian di tahun 2002 dia memperoleh gelar Magister Hukum Bisnis dari Universitas yang sama. Sebelumnya Mahendradatta sempat menyelesaikan pendidikan khusus American Litigation di School of Law-University of California at Los Angeles (UCLA) yang dipersamakan dengan gelar Master of Arts, pada tahun 1994. Muhammad Mahendradatta, SH. MA. MH berprofesi sebagai Advokat/Pengacara yang mulai mencuat namanya dan dikenal publik setelah dia memegang jabatan sebagai Ketua Tim Pembela Muslim (TPM). Berbagai kasus kontroversial pernah ditanganinya, dimulai dari pembelaan hukum terhadap Ustadz Jafar Umar Thalib, Panglima Laskar Jihad Ahlus'sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang terjerat kasus pidana rajam dan Penghinaan Terhadap Kepala Negara (Megawati Soekarnoputri). Namanya semakin melambung dikenal didunia Internasional karena keteguhan dan keberaniannya dalam membela Al Ustadz Abubakar Ba'asyir, juga beberapa Terdakwa Kasus Terorisme Besar seperti Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron. Namanya menjadi suatu fenomena tersendiri dalam dunia hukum, seiring dengan semakin dikenalnya nama grup pengacaranya yaitu TPM. Saat ini (Agustus 2007) karena integritas dan keberaniannya, dia dicalonkan untuk menjadi salah satu Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) walaupun banyak kalangan memastikan dirinya akan gagal karena Islamophobia (rasa ketakutan berlebihan terhadap Islam) sudah merasuki penguasa saat ini. Isu yang berkembangpun mengatakan telah dipersiapkan beberapa algojo yang akan "membantainya" saat seleksi pimpinan KPK nantinya. (wikipedia) Adnin Armas, M.A menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo tahun 1992 dan melanjutkan ke Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), dalam bidang Filsafat. Memperoleh Sarjana dari International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) bidang Pemikiran Islam (Islamic Thought) dengan tesis berjudul Fakhruddin arRazi on Time pada tahun 2003. Saat ini beliau adalah kandidat doktor di ISTAC UIAM aktif sebagai peneliti INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization). Karya beliau antara lain adalah: Metodologi Bibel dalam Studi al-Qur'an; Pengaruh Orientalis terhadap Islam Liberal. Di samping itu beliau sangat aktif menulis artikel-artikel ilmiah di beberapa majalah dan surat kabar di Indonesia.(insists.multiply.com) Usman Hamid, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KONTRAS). Perjuangan Usman dalam penegakan HAM dan keadilan di negeri ini telah melewati pematang panjang nan berliku. Sebelum heboh politik 1998, Usman mengaku hanyalah mahasiswa biasa yang meniti waktu di kampus Trisakti, almamaternya. Ia juga seorang gitaris sebuah band yang kerap manggung membawakan karya-karya Rolling Stones. Tetapi kekerasan politik yang terjadi membawanya ke sebuah garis yang sampai saat ini ia pijak. Garis perjuangan melawan kekuasaan yang kejam dan korup. Sejak 1998 ia bergabung bersama KONTRAS. Setelah itu aktivitasnya mengalir seperti sungai. Pada 2002, ia sempat tergabung di Kelompok Kerja Masyarakat Jakarta Peduli Papua (Pokja Papua), yang digalangnya bersama Patra Zen, koleganya di KONTRAS, yang kini menjadi ketua badan pengurus Yayasan Lembaga Bantuan hukum Indonesia (YLBHI). Pada 2004, ia tergabung bersama tim pencari fakta (TPF) Munir yang dipimpin Marsudi Hanafi.(http://aka81.wordpress.com/) Abdul Moqsith Ghazali adalah aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Jakarta; staf pengajar pada Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII), Situbondo; staf pengajar pada Fakultas Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur'an (PTIQ), Jakarta; dan redaktur Jurnal Tashwirul Afkar (Lakpesdam NU), Jakarta. Ia memperoleh gelar Master dalam bidang Kajian Islam dari Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada 1998. Ia kini sedang menempuh program doktor dalam bidang Kajian Islam pada Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia pernah bekerja sebagai kepala Divisi Advokasi pada Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Jakarta, 2003. Di antara karya tulisnya, bersama Marzuki Wahid dan Suwendi, ia menyunting buku Geger di Republik NU (Jakarta: Kerjasama Kompas dan Lakpesdam, 1999) dan Dinamika NU: Perjalanan Sosial dari Muktamar Cipasung (1994) ke Muktamar Kediri (1999) (Jakarta: Kerjasama Kompas dan Lakpesdam, 1999). Kini ia sedang menulis disertasi mengenai hermeneutika al-Qur'an tentang pluralisme agama.(http://www.ohio.edu)
Selayang Pandang Ahmadiyah - bag 2
- Length: 10:36
- Rating Average: 3.90 from 10 people
- View Count: 8070' favoriteCount='1
- Author: abumuqarrab
Tags: ahmadi ahmadiyah ahmadiyya ajaran dakwah eropa indonesia islam MTA mubaligh muhammad mulia muslim sahadat saw. shalat
-Dari VCD volume 2, Judul : Selayang Pandang Ahmadiyah -Produksi : Jemaat Ahmadiyah Indonesia "Sungguhpun usianya telah lewat dari satu abad, dan missinya telah tersebar di 187 negara di dunia, namun kehadiran Jemaat Ahmadiyah terutama di Indonesia masih dipandang dengan pandangan penuh syakwasangka dan bahkan dengan pandangan penuh permusuhan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya informasi yang salah bahkan penuh dengan fitnah tentang Ahmadiyah yang sengaja disebarkan di masyarakat oleh fihak-fihak yang ingin mengganggu kerukunan hidup beragama dengan menggunakan dalih masalah agama dan aqidah" - VCD ini menyajikan informasi tentang Ahmadiyah dengan tujuan untuk meluruskan berbagai kekeliruan yang selama ini beredar di masyarakat. - http://www.ahmadiyya.or.id http://www.khuddam.web.id
Debat Kontroversi SKB Ahmadiyah @ TV One-2
- Length: 9:48
- Rating Average: 5.00 from 3 people
- View Count: 7295' favoriteCount='6
- Author: TheIslamicMedia
Tags: adnin ahmadiyah armas debat fpi insists islam JIL kontras mahendratta muslim TVOne
Mahendradatta (Tim Pembela Muslim)& Adnin Armas, MA (Majlis Tarjih Muhammadiyah) V.S Usman Hamid (Koordinator KONTRAS) & Abdul Moqsith Ghazali (Koordinator Jaringan Islam Liberal) Recorded from TV One, Jakarta June 11th 2008 Full version debat ini juga bisa di download di : Rapidshare.com (83 MB) Muhammad Mahendradatta, lahir di Jakarta 11 Januari 1962 yang kemudian menamatkan Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1988. Kemudian di tahun 2002 dia memperoleh gelar Magister Hukum Bisnis dari Universitas yang sama. Sebelumnya Mahendradatta sempat menyelesaikan pendidikan khusus American Litigation di School of Law-University of California at Los Angeles (UCLA) yang dipersamakan dengan gelar Master of Arts, pada tahun 1994. Muhammad Mahendradatta, SH. MA. MH berprofesi sebagai Advokat/Pengacara yang mulai mencuat namanya dan dikenal publik setelah dia memegang jabatan sebagai Ketua Tim Pembela Muslim (TPM). Berbagai kasus kontroversial pernah ditanganinya, dimulai dari pembelaan hukum terhadap Ustadz Jafar Umar Thalib, Panglima Laskar Jihad Ahlus'sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang terjerat kasus pidana rajam dan Penghinaan Terhadap Kepala Negara (Megawati Soekarnoputri). Namanya semakin melambung dikenal didunia Internasional karena keteguhan dan keberaniannya dalam membela Al Ustadz Abubakar Ba'asyir, juga beberapa Terdakwa Kasus Terorisme Besar seperti Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron. Namanya menjadi suatu fenomena tersendiri dalam dunia hukum, seiring dengan semakin dikenalnya nama grup pengacaranya yaitu TPM. Saat ini (Agustus 2007) karena integritas dan keberaniannya, dia dicalonkan untuk menjadi salah satu Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) walaupun banyak kalangan memastikan dirinya akan gagal karena Islamophobia (rasa ketakutan berlebihan terhadap Islam) sudah merasuki penguasa saat ini. Isu yang berkembangpun mengatakan telah dipersiapkan beberapa algojo yang akan "membantainya" saat seleksi pimpinan KPK nantinya. (wikipedia) Adnin Armas, M.A menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo tahun 1992 dan melanjutkan ke Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), dalam bidang Filsafat. Memperoleh Sarjana dari International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) bidang Pemikiran Islam (Islamic Thought) dengan tesis berjudul Fakhruddin arRazi on Time pada tahun 2003. Saat ini beliau adalah kandidat doktor di ISTAC UIAM aktif sebagai peneliti INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization). Karya beliau antara lain adalah: Metodologi Bibel dalam Studi al-Qur'an; Pengaruh Orientalis terhadap Islam Liberal. Di samping itu beliau sangat aktif menulis artikel-artikel ilmiah di beberapa majalah dan surat kabar di Indonesia.(insists.multiply.com) Usman Hamid, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KONTRAS). Perjuangan Usman dalam penegakan HAM dan keadilan di negeri ini telah melewati pematang panjang nan berliku. Sebelum heboh politik 1998, Usman mengaku hanyalah mahasiswa biasa yang meniti waktu di kampus Trisakti, almamaternya. Ia juga seorang gitaris sebuah band yang kerap manggung membawakan karya-karya Rolling Stones. Tetapi kekerasan politik yang terjadi membawanya ke sebuah garis yang sampai saat ini ia pijak. Garis perjuangan melawan kekuasaan yang kejam dan korup. Sejak 1998 ia bergabung bersama KONTRAS. Setelah itu aktivitasnya mengalir seperti sungai. Pada 2002, ia sempat tergabung di Kelompok Kerja Masyarakat Jakarta Peduli Papua (Pokja Papua), yang digalangnya bersama Patra Zen, koleganya di KONTRAS, yang kini menjadi ketua badan pengurus Yayasan Lembaga Bantuan hukum Indonesia (YLBHI). Pada 2004, ia tergabung bersama tim pencari fakta (TPF) Munir yang dipimpin Marsudi Hanafi.(http://aka81.wordpress.com/) Abdul Moqsith Ghazali adalah aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Jakarta; staf pengajar pada Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII), Situbondo; staf pengajar pada Fakultas Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur'an (PTIQ), Jakarta; dan redaktur Jurnal Tashwirul Afkar (Lakpesdam NU), Jakarta. Ia memperoleh gelar Master dalam bidang Kajian Islam dari Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada 1998. Ia kini sedang menempuh program doktor dalam bidang Kajian Islam pada Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia pernah bekerja sebagai kepala Divisi Advokasi pada Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Jakarta, 2003. Di antara karya tulisnya, bersama Marzuki Wahid dan Suwendi, ia menyunting buku Geger di Republik NU (Jakarta: Kerjasama Kompas dan Lakpesdam, 1999) dan Dinamika NU: Perjalanan Sosial dari Muktamar Cipasung (1994) ke Muktamar Kediri (1999) (Jakarta: Kerjasama Kompas dan Lakpesdam, 1999). Kini ia sedang menulis disertasi mengenai hermeneutika al-Qur'an tentang pluralisme agama.(http://www.ohio.edu)
Debat Kontroversi SKB Ahmadiyah @ TV One-3
- Length: 9:54
- Rating Average: 5.00 from 3 people
- View Count: 5577' favoriteCount='7
- Author: TheIslamicMedia
Tags: adnin ahmadiyah armas debat fpi insists islam JIL kontras mahendratta muslim TVOne
Mahendradatta (Tim Pembela Muslim)& Adnin Armas, MA (Majlis Tarjih Muhammadiyah) V.S Usman Hamid (Koordinator KONTRAS) & Abdul Moqsith Ghazali (Koordinator Jaringan Islam Liberal) Recorded from TV One, Jakarta June 11th 2008 Full version debat ini juga bisa di download di : Rapidshare.com (83 MB) Muhammad Mahendradatta, lahir di Jakarta 11 Januari 1962 yang kemudian menamatkan Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1988. Kemudian di tahun 2002 dia memperoleh gelar Magister Hukum Bisnis dari Universitas yang sama. Sebelumnya Mahendradatta sempat menyelesaikan pendidikan khusus American Litigation di School of Law-University of California at Los Angeles (UCLA) yang dipersamakan dengan gelar Master of Arts, pada tahun 1994. Muhammad Mahendradatta, SH. MA. MH berprofesi sebagai Advokat/Pengacara yang mulai mencuat namanya dan dikenal publik setelah dia memegang jabatan sebagai Ketua Tim Pembela Muslim (TPM). Berbagai kasus kontroversial pernah ditanganinya, dimulai dari pembelaan hukum terhadap Ustadz Jafar Umar Thalib, Panglima Laskar Jihad Ahlus'sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang terjerat kasus pidana rajam dan Penghinaan Terhadap Kepala Negara (Megawati Soekarnoputri). Namanya semakin melambung dikenal didunia Internasional karena keteguhan dan keberaniannya dalam membela Al Ustadz Abubakar Ba'asyir, juga beberapa Terdakwa Kasus Terorisme Besar seperti Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron. Namanya menjadi suatu fenomena tersendiri dalam dunia hukum, seiring dengan semakin dikenalnya nama grup pengacaranya yaitu TPM. Saat ini (Agustus 2007) karena integritas dan keberaniannya, dia dicalonkan untuk menjadi salah satu Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) walaupun banyak kalangan memastikan dirinya akan gagal karena Islamophobia (rasa ketakutan berlebihan terhadap Islam) sudah merasuki penguasa saat ini. Isu yang berkembangpun mengatakan telah dipersiapkan beberapa algojo yang akan "membantainya" saat seleksi pimpinan KPK nantinya. (wikipedia) Adnin Armas, M.A menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo tahun 1992 dan melanjutkan ke Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), dalam bidang Filsafat. Memperoleh Sarjana dari International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) bidang Pemikiran Islam (Islamic Thought) dengan tesis berjudul Fakhruddin arRazi on Time pada tahun 2003. Saat ini beliau adalah kandidat doktor di ISTAC UIAM aktif sebagai peneliti INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization). Karya beliau antara lain adalah: Metodologi Bibel dalam Studi al-Qur'an; Pengaruh Orientalis terhadap Islam Liberal. Di samping itu beliau sangat aktif menulis artikel-artikel ilmiah di beberapa majalah dan surat kabar di Indonesia.(insists.multiply.com) Usman Hamid, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KONTRAS). Perjuangan Usman dalam penegakan HAM dan keadilan di negeri ini telah melewati pematang panjang nan berliku. Sebelum heboh politik 1998, Usman mengaku hanyalah mahasiswa biasa yang meniti waktu di kampus Trisakti, almamaternya. Ia juga seorang gitaris sebuah band yang kerap manggung membawakan karya-karya Rolling Stones. Tetapi kekerasan politik yang terjadi membawanya ke sebuah garis yang sampai saat ini ia pijak. Garis perjuangan melawan kekuasaan yang kejam dan korup. Sejak 1998 ia bergabung bersama KONTRAS. Setelah itu aktivitasnya mengalir seperti sungai. Pada 2002, ia sempat tergabung di Kelompok Kerja Masyarakat Jakarta Peduli Papua (Pokja Papua), yang digalangnya bersama Patra Zen, koleganya di KONTRAS, yang kini menjadi ketua badan pengurus Yayasan Lembaga Bantuan hukum Indonesia (YLBHI). Pada 2004, ia tergabung bersama tim pencari fakta (TPF) Munir yang dipimpin Marsudi Hanafi.(http://aka81.wordpress.com/) Abdul Moqsith Ghazali adalah aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Jakarta; staf pengajar pada Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII), Situbondo; staf pengajar pada Fakultas Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur'an (PTIQ), Jakarta; dan redaktur Jurnal Tashwirul Afkar (Lakpesdam NU), Jakarta. Ia memperoleh gelar Master dalam bidang Kajian Islam dari Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada 1998. Ia kini sedang menempuh program doktor dalam bidang Kajian Islam pada Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia pernah bekerja sebagai kepala Divisi Advokasi pada Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Jakarta, 2003. Di antara karya tulisnya, bersama Marzuki Wahid dan Suwendi, ia menyunting buku Geger di Republik NU (Jakarta: Kerjasama Kompas dan Lakpesdam, 1999) dan Dinamika NU: Perjalanan Sosial dari Muktamar Cipasung (1994) ke Muktamar Kediri (1999) (Jakarta: Kerjasama Kompas dan Lakpesdam, 1999). Kini ia sedang menulis disertasi mengenai hermeneutika al-Qur'an tentang pluralisme agama.(http://www.ohio.edu)
Page: 1 of 82